Turangga Resources Raih Gold Award ISA 2026 Berkat Program Rehabilitasi DAS di Kalteng

PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) foto bersama saat meraih penghargaan Gold Award Winner Best

GlobalKalteng.com || Jakarta –

PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) meraih penghargaan Gold Award Winner Best Environmental Sustainability pada ajang International Sustainability Awards 2026, menjadikannya satu-satunya perusahaan pertambangan dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut tahun ini.

Penghargaan diumumkan secara daring pada Kamis (12/6/2026) dan diikuti ratusan organisasi dari lebih dari 50 negara. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada organisasi, tim, maupun individu yang dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta inovasi berkelanjutan dalam aktivitas operasionalnya.

Turangga Resources, yang merupakan induk perusahaan PT Asmin Bara Bronang (ABB), PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), dan PT Telen Orbit Prima (TOP), memperoleh penghargaan atas keberhasilan menjalankan program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan DAS Kapuas-Kahayan, Kalimantan Tengah.

Program rehabilitasi tersebut dilaksanakan di Desa Tumbangnusa, Kecamatan Tumbangnusa, serta Desa Sei Ahas, Desa Katimpun, dan Desa Katunjung di Kecamatan Mantangai.

Melalui program tersebut, perusahaan mengklaim berhasil memulihkan sekitar 5.077 hektare lahan kritis menjadi kawasan gambut yang lebih lestari melalui kegiatan penghijauan dan pemulihan ekosistem secara terpadu.

Dalam pelaksanaannya, program Rehab DAS mencakup sejumlah kegiatan utama, antara lain pemulihan tata air gambut melalui pembangunan sekat kanal (canal blocking) dan sumur bor untuk menjaga kelembapan lahan gambut serta mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman sekitar 6,1 juta bibit pohon selama tujuh tahun terakhir. Penanaman dilakukan dengan mengutamakan spesies lokal yang dinilai sesuai dengan karakteristik ekosistem setempat guna mendukung keberlanjutan jangka panjang dan peningkatan keanekaragaman hayati.

Di sektor sosial dan ekonomi, program rehabilitasi tersebut turut melibatkan masyarakat melalui pengembangan persemaian bibit berbasis komunitas (community-based nursery) serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, seperti tanaman purun, yang diolah menjadi sedotan ramah lingkungan (eco-straw).

Direktur PT Tuah Turangga Agung, Arianto Sasono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi berkelanjutan.

“Penghargaan ini mendorong kami untuk terus melampaui batas dalam inovasi keberlanjutan dan membuktikan bahwa bisnis serta tanggung jawab terhadap lingkungan dapat dan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Menurut perusahaan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya integrasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional pertambangan. Ke depan, Turangga Resources menyatakan akan terus memperluas program rehabilitasi lingkungan, mengadopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Perusahaan menilai keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang mendukung keseimbangan antara aktivitas industri dan pelestarian lingkungan.

(Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini