Pertanian Kalteng Tak Bisa Diseragamkan, Bambang Irawan Dorong Kebijakan Berbasis Karakter Wilayah
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Kebijakan pertanian di Kalimantan Tengah dinilai perlu keluar dari pendekatan seragam dan mulai dibangun berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menegaskan keberhasilan program pertanian sangat ditentukan oleh sejauh mana kebijakan mampu menjawab kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan.
Menurutnya, Kalteng memiliki bentang wilayah yang luas dengan karakter tanah, iklim, kondisi lahan, serta komoditas unggulan yang berbeda antardaerah. Keragaman tersebut menjadi alasan kuat agar perencanaan pembangunan pertanian tidak menggunakan pola yang sama untuk seluruh wilayah.
“Setiap wilayah punya karakteristik tanah dan jenis tanaman yang berbeda. Kalau program pertanian bisa menyesuaikan hal ini, tentu akan lebih membantu petani,” ujar Bambang belum lama ini.
Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) V tersebut menilai ketepatan program harus dimulai dari pemetaan kebutuhan di tingkat petani. Sebab, masyarakat yang setiap hari mengelola lahan dinilai memiliki pengetahuan praktis mengenai kondisi tanah, pola tanam, hingga tantangan produksi yang dihadapi.
“Pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun dinilai menjadi modal penting yang perlu diakomodasi dalam setiap perencanaan kebijakan maupun program pertanian,” jelasnya.
Karena itu, Bambang mendorong pemerintah memperkuat pola perencanaan yang partisipatif dengan melibatkan petani, kelompok tani, serta tenaga penyuluh sejak tahap penyusunan program. Pelibatan tersebut juga perlu dilanjutkan dalam proses pelaksanaan hingga evaluasi agar kebijakan benar-benar dapat diukur manfaatnya.
Ia menilai pendekatan berbasis kebutuhan lokal bukan hanya berpotensi meningkatkan efektivitas program, tetapi juga dapat mendorong produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi petani.
“Program yang lahir dari kebutuhan masyarakat akan lebih mudah diterapkan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi petani,” tandasnya.
Bambang berharap pemerintah menjadikan keberagaman potensi daerah sebagai kekuatan dalam membangun sektor pertanian Kalteng. Dengan kebijakan yang adaptif dan berpijak pada kondisi lapangan, pembangunan pertanian diharapkan tidak berhenti pada penyaluran program, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kesejahteraan masyarakat tani.
(FS)

Tinggalkan Balasan