Turun Langsung ke Warga, Agustiar Sabran Salurkan KHBS dan Ratusan Paket Bansos
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengarahkan program perlindungan sosial tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Arah kebijakan tersebut ditegaskan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat turun langsung dalam penyaluran bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tahap kedua di Kelurahan Sei Gohong, Kota Palangka Raya, Selasa (15/9/2026).
Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 179 Kartu Huma Betang Sejahtera diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria. Pemprov Kalteng juga menyalurkan 200 paket bantuan sosial bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai penerima KHBS.
Gubernur menegaskan, KHBS dirancang bukan sebagai bantuan sesaat, melainkan sebagai instrumen perlindungan sosial yang mencakup sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, bantuan tunai hingga pendidikan.
“Di dalamnya ada bantuan sembako, bantuan uang tunai, hingga jaminan pendidikan untuk anak-anak kita,” kata Gubernur.
Melalui skema KHBS, penerima memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp250 ribu yang dicairkan tiga kali dalam setahun pada momentum tertentu, yakni menjelang Hari Raya, peringatan Kemerdekaan 17 Agustus, dan Tahun Baru.
Bantuan tersebut dapat diterima secara tunai maupun disimpan melalui rekening Bank Kalteng. Ke depan, gubernur mendorong masyarakat memanfaatkan rekening tersebut agar bantuan tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan menabung.
Selain bantuan tunai, penerima KHBS mendapatkan bantuan sembako secara berkala sebanyak lima hingga enam kali dalam setahun.
Pada penyaluran tahap kedua di Sei Gohong, Gubernur Agustiar Sabran memberikan kemudahan dengan pencairan bantuan secara langsung di lokasi. Namun, mekanisme tersebut tidak menjadi pola utama untuk tahap berikutnya karena masyarakat diarahkan melakukan pencairan melalui perbankan.
Yang menjadi perhatian utama gubernur adalah sektor pendidikan. Ia menegaskan, program perlindungan sosial harus memiliki dampak jangka panjang dengan memastikan anak-anak Kalteng tetap berada di bangku sekolah.
Pemprov Kalteng, kata Agustiar, berkomitmen menjamin akses pendidikan mulai jenjang SMA sederajat hingga membuka jalan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Pendidikan adalah mata rantai pemutus kemiskinan. Anak-anakku sekalian harus sekolah, jangan sampai kita kaya sumber daya alam, sementara warga kita sendiri hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan KHBS tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Kalteng.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Agustiar menginstruksikan Dinas Sosial Kalteng memperkuat koordinasi dan pemutakhiran data penerima. Pemerintah juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang belum terakomodasi maupun warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui posko pengaduan maupun Dinas Kominfosantik untuk segera ditindaklanjuti.
“Kami berikhtiar dan berusaha, bagaimana selama menjabat ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk orang banyak,” pungkas Agustiar.
(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan