Kemenkes RI Gelar Bimtek KRIS, RME dan Layanan Ramah Disabilitas di RSUD Palangka Raya

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palangka Raya saat menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), Rekam Medis Elektronik (RME), dan Sosialisasi Layanan Rumah Sakit Ramah Disabilitas

RSUD Palangka Raya Jadi Lokus Penguatan Transformasi Layanan Kesehatan di Kalimantan Tengah

GlobalKalteng.com || Palangka Raya –

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palangka Raya menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), Rekam Medis Elektronik (RME), dan Sosialisasi Layanan Rumah Sakit Ramah Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes, dan diikuti oleh perwakilan rumah sakit serta pemangku kepentingan layanan kesehatan dari seluruh Kalimantan Tengah, baik secara luring maupun daring.

Kedatangan tim Kementerian Kesehatan RI disambut hangat oleh Direktur RSUD Palangka Raya, dr. Abram Sidi Winasis, beserta jajaran manajemen rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Abram menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Kesehatan yang menjadikan RSUD Palangka Raya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pendampingan dari Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi rumah sakit dalam memperkuat tata kelola pelayanan, meningkatkan mutu layanan kesehatan, serta mempersiapkan implementasi berbagai kebijakan nasional di bidang kesehatan,” ujar dr. Abram.

Berdasarkan surat resmi Kementerian Kesehatan Nomor JP.02.05/D.IV/1116/2026 tanggal 5 Juni 2026, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan rumah sakit dalam menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagai bagian dari transformasi sistem pelayanan kesehatan nasional. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang menjadi salah satu pilar digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI menjelaskan berbagai aspek teknis pelaksanaan KRIS, penerapan sistem rekam medis elektronik yang terintegrasi, serta standar pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Tak hanya menyampaikan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut di daerah.

Usai kegiatan di ruang pertemuan, tim Kemenkes RI melakukan hospital tour atau kunjungan lapangan ke sejumlah unit pelayanan di RSUD Palangka Raya. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, sarana pendukung, serta penerapan standar pelayanan yang sedang dan akan dikembangkan rumah sakit.

Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, menegaskan bahwa transformasi kesehatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi kepada pasien.

Implementasi KRIS, digitalisasi rekam medis, dan penyediaan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, menurutnya, merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, aman, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan di RSUD Palangka Raya menjadi agenda awal kunjungan Tim Kemenkes RI di Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan ke rumah sakit lainnya di daerah tersebut.

Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, diharapkan seluruh rumah sakit di Kalimantan Tengah semakin siap mengimplementasikan kebijakan transformasi kesehatan nasional, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal, profesional, dan berstandar nasional.

(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini