Kahayan Menyusut, Perumdam Pastikan Pasokan Air Bersih Palangka Raya Tetap Aman

Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya, Budi Harjono

GlobalKalteng.com | Palangka Raya

Kemarau mulai menggerus debit Sungai Kahayan. Permukaan sungai yang menjadi salah satu sumber utama air baku Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya kini berada di kisaran 5–6 meter, jauh di bawah kondisi normal yang biasanya mencapai 12–14 meter.

Meski penurunan tersebut cukup signifikan, Perumdam Tirta Bahalap memastikan kondisi pasokan air bersih untuk masyarakat Palangka Raya masih terkendali. Proses pengambilan air baku hingga pengolahan dan pendistribusiannya kepada pelanggan belum mengalami gangguan berarti.

Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya, Budi Harjono, menegaskan kondisi saat ini belum mengarah pada krisis air bersih. Namun, penurunan muka air Kahayan menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan apabila kemarau terus berlangsung.

“Palangka Raya masih aman dari krisis air bersih. Kondisi permukaan air Kahayan di antara 5–6 meter. Itu memang sudah mengalami penurunan, yang biasanya di antara 12–14 meter. Tapi sementara masih aman,” kata Budi. Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kemampuan teknis Perumdam dalam mengelola sumber air baku masih mampu menjaga kesinambungan pelayanan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat belum perlu menghadapi kekhawatiran terhadap terganggunya distribusi air bersih.

Namun, status aman tersebut bukan berarti tanpa risiko.

Budi memperkirakan tekanan terhadap sumber air baku dapat meningkat apabila periode kering berlangsung hingga sekitar dua bulan ke depan. Semakin panjang kemarau, semakin besar pula potensi penurunan debit air yang pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan penyediaan air baku.

“Kalau kekeringan ini berlanjut sampai dua bulan ke depan, kemungkinan akan terjadi krisis,” ujarnya.

Karena itu, perkembangan cuaca menjadi salah satu faktor penting yang terus diperhatikan. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah memberikan harapan terhadap pemulihan debit sumber air sekaligus meredam ancaman kekeringan yang lebih panjang.

Sungai Rungan Masih Terkendali

Kondisi relatif aman juga terlihat pada Sungai Rungan yang menjadi sumber air baku bagi pelayanan Perumdam Tirta Bahalap melalui Unit Tangkiling.

Budi menyebut belum terdapat kendala serius dalam pemanfaatan Sungai Rungan. Persoalan yang muncul lebih pada tingkat kekeruhan air, tetapi kondisi tersebut masih dapat diatasi melalui proses pengolahan secara teknis.

“Yang Sungai Rungan untuk Unit Tangkiling juga aman. Tidak ada kendala. Hanya mungkin airnya keruh, tapi secara teknis masih bisa kita atasi. Masih aman untuk digunakan,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, pelayanan air bersih bagi masyarakat Tangkiling dan wilayah sekitarnya masih berjalan normal.

Di tengah penurunan muka air Kahayan, Perumdam Tirta Bahalap memperkuat pemantauan terhadap debit maupun kualitas air di seluruh sumber air baku. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi apabila kemarau kembali menguat.

Perumdam juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak. Penghematan konsumsi air bukan semata langkah menghadapi kondisi saat ini, tetapi menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan pasokan apabila musim kering berlangsung lebih lama.

(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version