Gubernur Agustiar Sabran Pastikan Kesiapsiagaan Karhutla di Pulang Pisau, Tegaskan Respons Cepat Lindungi Masyarakat dan Lahan Gambut
GlobalKalteng.com || PULANG PISAU –
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat meninjau langsung Pos Siaga Penanganan Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (24/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta efektivitas sistem penanganan Karhutla di lapangan menghadapi puncak musim kemarau.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa setiap potensi kebakaran harus direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.
“Jangan menunggu api membesar. Begitu muncul titik api, seluruh personel harus segera bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian. Kecepatan respons menjadi faktor utama dalam mencegah meluasnya Karhutla,” tegas Gubernur.
Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Kabupaten Pulang Pisau yang memiliki hamparan lahan gambut cukup luas merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan Karhutla yang tinggi. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kesiapsiagaan di lapangan.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan pengendalian Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau, sehingga potensi Karhutla dapat ditekan sedini mungkin demi menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian ekosistem gambut, serta kualitas lingkungan di Bumi Tambun Bungai.
(Red.GK) 2026
