Faridawaty : Anak Muda Kalteng Harus Naik Kelas, Bukan Sekadar Jadi Penonton Pembangunan
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Tantangan pembangunan dan persaingan yang kian kompetitif menuntut generasi muda Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak sekadar memiliki pendidikan, tetapi juga kemampuan, karakter, dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan zaman.
Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mendorong kaum muda untuk menjadikan pengembangan bakat, talenta, dan keterampilan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi salah satu penentu kemampuan daerah menghadapi perubahan dan memenangkan persaingan di masa depan.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kemampuan diri sesuai minat dan potensi yang dimiliki,” ucapnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Faridawaty menilai setiap anak muda memiliki potensi yang berbeda. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa kemauan untuk belajar, berlatih, dan memperbanyak pengalaman.
Ia pun mengingatkan generasi muda agar tidak mudah minder terhadap kemampuan yang dimiliki. Kepercayaan diri, menurutnya, harus dibarengi dengan proses pengembangan kapasitas secara konsisten.
“Generasi muda harus percaya pada potensi yang dimiliki. Setiap orang memiliki bakat dan talenta yang dapat dikembangkan melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman,” katanya.
Ia menegaskan peningkatan kompetensi tidak boleh berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Justru, dunia yang terus berubah menuntut generasi muda untuk memiliki kemauan belajar sepanjang hayat.
Pelatihan, organisasi, komunitas, kegiatan sosial hingga pemanfaatan teknologi digital, lanjutnya, dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk memperluas wawasan sekaligus membangun keterampilan dan karakter.
“Pengembangan kemampuan tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal. Berbagai kegiatan seperti pelatihan, organisasi, komunitas, aktivitas sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.
Menurut Faridawaty, pembangunan daerah membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Kombinasi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan.
“Selain kemampuan akademik, penting membangun sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar sepanjang hayat. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tuturnya.
Ia berharap setiap peluang pengembangan diri dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pendidikan, pelatihan maupun pengalaman di berbagai bidang harus dipandang sebagai bagian dari proses membentuk generasi muda yang siap mengambil peran lebih besar.
“Generasi muda merupakan aset berharga daerah. Dengan kemampuan, karakter, dan semangat yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan serta membawa Kalimantan Tengah menjadi daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.
(FS)

Tinggalkan Balasan