Di Tengah Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk PNS Gol. I-II, PPPK hingga Tenaga Outsourcing

GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA

Di tengah tekanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng memperkuat perhatian terhadap jajaran internal pemerintahan, khususnya aparatur dan tenaga pendukung dengan kelompok penerima yang membutuhkan dukungan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran Pemprov Kalteng menyerahkan paket sembako kepada PNS Golongan I dan II, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), PPPK Paruh Waktu, serta tenaga outsourcing. Penyerahan berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (17/9/2026).

Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu meringankan beban penerima di tengah situasi karhutla yang berdampak terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat. Pemerintah juga menegaskan bahwa kepedulian tidak hanya ditujukan kepada masyarakat secara luas, tetapi juga kepada jajaran yang berada di garis pelayanan pemerintahan.

Gubernur menekankan bahwa kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Nilai-nilai Huma Betang, kata dia, perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, toleransi dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, pembangunan Kalteng tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan perlindungan sosial masyarakat.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan aparatur berjalan beriringan dengan tuntutan peningkatan kinerja. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengingatkan seluruh ASN agar terus meningkatkan kinerja serta mengikuti proses evaluasi sesuai ketentuan.

Khusus bagi PPPK Paruh Waktu, evaluasi kinerja menjadi salah satu pertimbangan dalam perpanjangan masa kerja. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.

Dengan demikian, penyaluran sembako tidak sekadar menjadi bantuan di tengah situasi karhutla, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap aparatur harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Ftr/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini