Antrean SPBU Kembali Mengular, DPRD Kalteng Desak Pertamina Jaga Stok BBM

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapano Mandouw (ist)

GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA

Fenomena antrean kendaraan yang kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi sinyal yang perlu segera direspons Pertamina. DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta perusahaan memastikan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tidak kembali tersendat seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapano Mandouw, menilai antrean di SPBU tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peringatan dini agar potensi kelangkaan BBM dapat dicegah sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.

Hero meminta Pertamina tidak menunggu stok benar-benar menipis untuk melakukan langkah antisipasi. Ketika mulai ditemukan keterbatasan volume BBM di lapangan, distribusi tambahan harus segera dilakukan.

“Namun saya mengimbau sebagai bagian dari Komisi II bahwa permasalahan yang beberapa bulan lalu pernah terjadi kelangkaan BBM di Kalteng ini jangan sampai terjadi lagi. Itu yang saya tekankan, jangan sampai terjadi lagi. Kalau sudah mulai ada keterbatasan volume stok BBM, segera saja dikirim lagi,” ujar Hero, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menegaskan, kebutuhan BBM masyarakat merupakan kebutuhan rutin yang harus dijamin ketersediaannya. Masyarakat, kata Hero, membeli BBM dengan harga yang ditetapkan dan tidak mendapatkan bahan bakar secara cuma-cuma.

Karena itu, tidak ada alasan bagi masyarakat harus kembali berhadapan dengan antrean panjang akibat persoalan distribusi maupun keterbatasan stok.

“Karena enggak ada juga BBM gratis, masyarakat beli saja. Jadi jangan sampai terjadi. Barangnya harus tetap ada, melalui Pertamina harus menjamin bahwa stok BBM di semua daerah di Kalteng itu tercukupi,” tegasnya.

Menurut Hero, jaminan pasokan BBM menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah. Gangguan distribusi BBM tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kegiatan usaha.

DPRD Kalteng pun mendorong Pertamina memperkuat sistem pemantauan stok dan distribusi, terutama di wilayah yang mulai menunjukkan peningkatan antrean. Langkah cepat dinilai lebih penting daripada menunggu persoalan berkembang menjadi kelangkaan yang kembali membebani masyarakat.

Bagi Hero, antrean yang kembali muncul harus menjadi momentum bagi Pertamina untuk melakukan evaluasi distribusi secara menyeluruh. Jangan sampai masyarakat kembali mengalami persoalan yang sama, sementara BBM merupakan komoditas yang setiap hari dibutuhkan dan dibayar oleh masyarakat.

(FS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini