Ampera : Usia 24 Tahun, Bartim Harus Makin Matang Menentukan Prioritas Pembangunan
PALANGKA RAYA – Memasuki usia 24 tahun, Kabupaten Barito Timur (Bartim) dituntut tidak sekadar memperingati hari jadi, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ampera AY Mebas, menilai usia 24 tahun merupakan fase kematangan bagi Bartim sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Barito Selatan. Karena itu, pemerintah daerah dinilai harus semakin cermat menentukan program yang menjadi prioritas di tengah kondisi fiskal yang terbatas.
Pernyataan tersebut disampaikan Ampera saat menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Bartim yang diperingati pada 3 Agustus 2026.
“Selamat kepada Barito Timur yang ke-24 tahun. Artinya, kalau 24 tahun itu sudah dewasa,” ujar Ampera, Senin, 3 Agustus 2026.
Mantan Bupati Bartim dua periode itu menekankan, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pembangunan kehilangan arah. Justru, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menyusun program dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai ukuran utama.
Menurut dia, anggaran daerah harus diarahkan pada sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat. Pertanian dan perkebunan, misalnya, dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
“Saya berharap bupati yang sekarang bagaimana memprogramkan Barito Timur itu dengan dana yang memang terbatas, tetapi memaksimalkan prioritas, betul-betul prioritas kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ampera juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menjadikan berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebagai alasan untuk mengendurkan pembangunan.
Baginya, perubahan kapasitas fiskal harus direspons dengan inovasi, efisiensi, serta keberanian mencari sumber-sumber solusi baru agar agenda pembangunan tetap berjalan.
“Jangan terpaku pada, ‘Oh ini anggaran pusat berkurang.’ Dengan alasan itu lalu semuanya lesu, tidak. Kita harus cari solusinya. Yang penting kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkab Bartim memasuki usia 24 tahun: memastikan setiap rupiah anggaran memiliki manfaat nyata dan tidak terserap sekadar untuk memenuhi target belanja.
Dengan perencanaan yang lebih tajam dan keberpihakan yang jelas terhadap sektor produktif, Ampera berharap Bartim mampu menjaga denyut ekonomi masyarakat sekaligus melanjutkan pembangunan meski menghadapi tekanan fiskal.
(FS)

Tinggalkan Balasan