Pulihkan 8.500 Hektare DAS Kritis, Turangga Resources Buktikan Konservasi dan Ekonomi Rakyat Bisa Berjalan Bersama
GlobalKalteng.com || SEMARANG –
PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) menunjukkan komitmen kuat terhadap pemulihan lingkungan dengan merehabilitasi 8.500 hektare Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis di kawasan Tumbang Nusa dan Mantangai, Kalimantan Tengah. Upaya tersebut tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berhasil mengembalikan fungsi ekosistem sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Sesuai Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.59 Tahun 2019, setiap pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sektor pertambangan wajib melaksanakan rehabilitasi DAS. Namun, Turangga Resources memilih melangkah lebih jauh dari sekadar memenuhi amanat aturan.
Hal itu disampaikan Division Head External Partnership PT Tuah Turangga Agung, Muhammad Rum, saat pembukaan Media Gathering PAMA Group 2026 di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026) malam.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mengembangkan strategi pemulihan menyeluruh guna mengembalikan fungsi hutan hujan purba Kalimantan Tengah sebagai salah satu penyerap karbon penting di tingkat global.
“Kami ingin memastikan rehabilitasi tidak berhenti pada penanaman, melainkan benar-benar memulihkan lanskap dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujar Muhammad Rum.
Ia menjelaskan, Kalimantan Tengah menghadapi ancaman kerusakan ekologis yang terus berulang akibat kebakaran hutan dan lahan sejak 1995 hingga 2024. Kondisi tersebut diperparah oleh tata kelola hidrologi yang belum optimal dan tingginya kerentanan saat musim kemarau.
Untuk memutus siklus tersebut, Turangga Resources menerapkan pendekatan terpadu melalui The 3R+ Protection Framework yang mencakup Rewetting, Replanting, Revitalization, serta Protection. Program ini dijalankan berdasarkan peta jalan yang terukur sejak 2019 hingga 2025.
Pada aspek Protection dan Rewetting, perusahaan membangun bendungan sekat kayu serta blok kanal untuk menjaga tinggi muka air tanah gambut tetap berada pada level aman, yakni di bawah 40 sentimeter. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pengeringan gambut yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, tim pemadam kebakaran cepat tanggap bersama Manggala Agni juga dikerahkan melakukan patroli rutin di seluruh kawasan restorasi.
Di sektor Replanting, jutaan bibit pohon endemik Kalimantan, seperti Balangeran dan Jelutung, ditanam sejak 2020. Seluruh tanaman dipantau secara intensif selama lima tahun guna memastikan tingkat keberhasilan dan kelangsungan hidup yang optimal.
Komitmen pemulihan lingkungan itu turut diperkuat melalui pilar Revitalization yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah pengolahan tanaman purun menjadi sedotan ramah lingkungan (Smart Eco-Straws) yang telah mengantongi sertifikasi food grade.
Program ekonomi berbasis konservasi tersebut melibatkan lebih dari 500 warga setempat. Dari jumlah itu, terbentuk dua kelompok perempuan mandiri yang beranggotakan 30 pengrajin lokal.
“Melalui pendekatan ini, kami membuktikan bahwa pemulihan lingkungan skala besar dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Muhammad Rum.
Langkah Turangga Resources menjadi contoh bahwa rehabilitasi DAS tidak hanya berbicara mengenai penghijauan, tetapi juga tentang membangun masa depan yang berkelanjutan—di mana hutan tetap lestari dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang nyata.
(Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan