5.612 Sarpras Diperkuat, Kalteng Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
GlobalKalteng.com || PALANGKA RAYA
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan 5.612 sarana dan prasarana (sarpras) untuk menunjang operasi penanganan di lapangan.
Penguatan tersebut mencakup berbagai peralatan penting, mulai dari mesin pompa air, selang hisap dan selang lempar, perlengkapan pemadaman, tangki penampungan air, alat pelindung diri (APD), hingga teknologi drone thermal untuk membantu pemantauan kondisi di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, terutama dalam mendukung kesiapan personel menghadapi potensi kebakaran di berbagai wilayah.
Ketersediaan sarpras yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam operasi pemadaman. Mesin pompa dan perlengkapan pendukung membantu petugas menjangkau serta menangani titik api, sedangkan dukungan penampungan air berfungsi menjaga ketersediaan pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.
Dalam penguatan tersebut, pemerintah juga menyiapkan tangki air portabel berkapasitas 2.000 liter dan tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasional pemadaman.
Selain peralatan konvensional, pemanfaatan drone thermal menjadi bagian dari dukungan teknologi dalam pemantauan karhutla. Teknologi ini dapat membantu petugas mengidentifikasi indikasi panas dan memetakan kondisi lapangan, sehingga pengawasan serta penentuan langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Aspek keselamatan personel turut menjadi perhatian. Perlengkapan yang disiapkan meliputi alat pelindung diri, sepatu pemadam, helm pemadam, senter, dan kacamata pelindung. Kelengkapan tersebut diperlukan untuk membantu melindungi petugas saat menjalankan tugas di tengah kondisi lapangan yang berisiko.
Penguatan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat menunjang koordinasi dan efektivitas operasi penanganan karhutla, sekaligus meningkatkan kesiapan petugas dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Namun, kesiapan peralatan perlu berjalan beriringan dengan kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, pemantauan wilayah rawan, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang semakin diperkuat, upaya penanganan karhutla di Bumi Tambun Bungai diharapkan dapat berlangsung lebih optimal, terukur, dan responsif demi melindungi lingkungan serta masyarakat Kalimantan Tengah.
(FS/Red.GK) 2026
