Wisuda 668 Mahasiswa UMPR, Gubernur Agustiar Tekankan Pengabdian Nyata untuk Masyarakat
GlobalKalteng.com || Palangka Raya
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberhasilan menempuh pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari gelar akademik, tetapi harus dibuktikan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebanyak 668 lulusan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) diharapkan mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk menjawab persoalan sosial sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Agustiar saat memberikan pembekalan kepada para lulusan dalam Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI Tahun 2026 di Palangka Raya, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, gelar yang diraih setelah melewati proses panjang perkuliahan merupakan awal dari tanggung jawab baru. Para lulusan dituntut terus mengembangkan kompetensi, berani menghadapi perubahan, serta mampu menerapkan pengetahuan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” ujar Agustiar.
Ia mengingatkan, tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi tidak selalu mudah. Karena itu, para lulusan diminta tidak cepat berpuas diri, berani mencoba hal baru, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses untuk tumbuh dan meraih keberhasilan.
Agustiar juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan intelektual dan pembentukan karakter. Menurutnya, kemampuan akademik harus disertai adab, kebijaksanaan, sikap terbuka, serta kemampuan menghargai orang lain dalam kehidupan sosial.
Pesan tersebut menjadi penting agar para lulusan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
668 Lulusan, Tanggung Jawab Baru bagi Pembangunan Daerah
Dalam wisuda tahun ini, UMPR meluluskan 668 mahasiswa dari jenjang magister, sarjana, dan diploma. Prosesi dilaksanakan selama dua hari, dengan 335 lulusan mengikuti wisuda pada Minggu dan 333 lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi pada Senin.
Agustiar menyebut keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil perjuangan bersama. Dukungan orang tua, bimbingan dosen, serta peran seluruh sivitas akademika menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa hingga meraih gelar akademik.
Ia juga mengapresiasi perkembangan UMPR yang terus memperkuat kapasitas akademik dan fasilitas pendidikan. Dengan belasan ribu mahasiswa aktif, lebih dari 40 program studi, belasan fakultas, serta tiga kampus utama di Kota Palangka Raya dan kampus di sejumlah kabupaten, UMPR memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Perguruan Tinggi Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat
Sementara itu, Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah, pemikiran terbuka, dan kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, persoalan sosial tidak semestinya dihindari, melainkan dipahami secara mendalam agar dapat ditemukan solusi yang tepat. Oleh sebab itu, lulusan UMPR diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, mengembangkan sikap toleran, serta merespons perubahan dan kebutuhan masyarakat.
Yusuf juga menyoroti pentingnya sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Salah satu contoh dukungan yang disampaikan ialah program Pemerintah Kabupaten Sukamara yang menyediakan lima beasiswa pendidikan kedokteran setiap tahun hingga penerima menyelesaikan pendidikan.
Selain kompetensi profesional, ia menilai pemahaman politik yang baik juga diperlukan agar lulusan mampu berpikir kritis dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UMPR. Ia berharap hubungan antara lulusan dan almamater tetap terjaga serta berkembang menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Berdiri sejak 24 September 1987, UMPR berkomitmen melanjutkan transformasi pendidikan tinggi dan menjalankan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
(Red.GK/Ftr) 2026
