UMPR Masuk Penilaian Akhir Untuk Membuka Fakultas Kedokteran

GlobalKalteng.com, PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), bersiap untuk membuka Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter. Sebagai bagian dari proses tersebut, Tim Evaluasi Lapangan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melakukan evaluasi di Gedung Persiapan Fakultas Kedokteran Kampus 2 UMPR pada tanggal 11 s/d 13 September 2024.

 “Hari ini kami mendapat jadwal dari Kelembagaan Dirjen Diktiristek untuk melakukan evaluasi lapangan. Evaluasi ini bertujuan mengecek sarana, prasarana, serta kesiapan kami secara keseluruhan untuk proses penilaian akhir.” kata Rektor UMPR, Dr. H. Muhammad Yusuf, S. Sos., M.A.P., saat di wawancarai media. Rabu (11/09/2024).

Dalam proses evaluasi, Tim Ditjen Diktiristek memberikan waktu dua minggu bagi UMPR untuk melakukan perbaikan sesuai dengan hasil tinjauan. Setelah lima hari masa perbaikan, berkas-berkas yang diperbaiki akan dikirim ke Lembaga Akreditasi Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAPTIKES). “Setelah itu, kami akan mulai persiapan untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) pendirian fakultas,” sambungnya.

Rektor UMPR Dr. Muhammad Yusuf, optimis bahwa izin pendirian Fakultas akan keluar pada Oktober 2024. “Mudah-mudahan izin bisa keluar tepat waktu, sehingga kami bisa segera melakukan penerimaan mahasiswa baru tahun ini,” ucapnya.


Meski terdapat beberapa perbaikan pada kurikulum dan kelengkapan modul, pihaknya yakin semua perbaikan dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu.

Hadirnya Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter di UMPR, diharapkan semakin banyak putra-putri daerah Kalimantan Tengah yang akan menempuh pendidikan dokter dan mengabdi di daerah asal. 

“Maka ini adalah langkah penting untuk meningkatkan akses pendidikan kedokteran di Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Evaluasi ini merupakan bagian dari langkah strategis UMPR dalam menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas bagi masyarakat, serta mendukung pengembangan tenaga medis lokal di Provinsi Kalimantan Tengah. (FS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version