Setelah Dilantik, Juni Gultom Pasang Target Besar : PODSI Berprestasi, KAGAMA Jadi Kekuatan Pembangunan Kalteng

Foto : Prof. Juni Gultom bersama pengurus saat dilantik

PALANGKA RAYA, GlobalKalteng.com –

Pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 dan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kalteng masa bakti 2026–2031 bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.

Di balik momentum tersebut, tersimpan agenda besar : bagaimana dua organisasi itu mampu mengubah amanah menjadi kerja nyata dan menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kemajuan Kalimantan Tengah.

Pesan itu ditegaskan Juni Gultom, yang kini dipercaya memimpin Pengprov PODSI Kalteng sekaligus menjadi Ketua Harian Pengda KAGAMA Kalteng.

Bagi Juni, jabatan bukanlah tujuan. Ia memandang posisi tersebut sebagai mandat untuk membangun organisasi yang profesional, berintegritas dan memiliki keberanian menghasilkan terobosan.

“Amanah ini bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab. Kepercayaan yang diberikan harus kita jawab dengan kerja nyata, integritas, profesionalisme dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” tegas Juni.

Pernyataan itu menjadi garis besar arah kepemimpinannya. PODSI Kalteng, kata dia, tidak boleh hanya mengejar keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi harus membangun ekosistem pembinaan atlet yang kuat dari tingkat paling bawah.

Menurut Juni, prestasi olahraga tidak lahir dalam semalam.

“Prestasi besar tidak lahir dari kebetulan. Ia lahir dari sistem yang hebat, pembinaan yang konsisten, pelatih yang berkualitas, manajemen yang profesional dan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kita harus membangun PODSI dari fondasinya, terutama pembinaan usia dini dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Mesin Prestasi

Juni menyadari tantangan membangun olahraga prestasi tidak ringan.

Dibutuhkan kesinambungan program, tata kelola organisasi yang sehat, serta keberanian melakukan evaluasi terhadap setiap kebijakan.

Karena itu, ia menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian penting dalam kepemimpinannya.

“Organisasi yang kuat bukan organisasi yang hanya ramai dengan kegiatan. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu bekerja secara terukur, transparan, akuntabel dan menghasilkan prestasi. Kita ingin setiap program memiliki arah dan setiap kerja memiliki dampak,” katanya.

Visi tersebut menjadi penting di tengah harapan agar olahraga dayung kembali menjadi salah satu kekuatan Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

Bagi Juni, atlet adalah pusat dari seluruh kebijakan organisasi.

Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari pencarian bakat, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang berkelanjutan hingga pendampingan atlet menuju level prestasi yang lebih tinggi.

KAGAMA Ditantang Keluar dari Zona Nyaman

Tidak hanya PODSI, Juni juga membawa pesan kuat untuk KAGAMA Kalteng.

Sebagai Ketua Harian Pengda KAGAMA Kalteng, ia menilai jaringan alumni UGM memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan intelektual sekaligus mitra pembangunan daerah.

“KAGAMA tidak boleh berhenti pada silaturahmi. Alumni harus hadir membawa gagasan, pengetahuan dan solusi. Kita harus keluar dari zona nyaman dan memastikan keberadaan KAGAMA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurut Juni, persoalan pembangunan Kalteng semakin kompleks.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi potensi daerah, penguatan ekonomi, pembangunan berkelanjutan hingga persoalan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

Di titik itulah, KAGAMA harus mengambil peran.

“Kita memiliki banyak alumni dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam. Ini adalah modal besar. Jika seluruh potensi tersebut disatukan, KAGAMA dapat menjadi kekuatan strategis yang ikut memberikan solusi bagi persoalan pembangunan Kalteng,” ujarnya.

Gubernur : Jadikan Organisasi Bagian dari Pembangunan Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden yang mewakili Gubernur Kalteng menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PODSI dan KAGAMA yang telah dilantik.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, para pengurus diminta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.

KAGAMA diharapkan mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk menciptakan sumber daya manusia unggul, mendorong hilirisasi serta mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Sementara PODSI Kalteng diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengangkat prestasi olahraga dayung sekaligus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.

Dari Pelantikan Menuju Pembuktian

Pelantikan akhirnya bukan lagi sekadar tentang siapa yang duduk di struktur organisasi.

Tantangan sebenarnya dimulai setelah seremoni berakhir.

Juni Gultom bersama jajaran pengurus PODSI dan KAGAMA Kalteng kini dituntut membuktikan bahwa kepengurusan baru mampu menerjemahkan visi menjadi program, program menjadi kerja, dan kerja menjadi hasil.

“Kita tidak ingin meninggalkan sekadar nama dalam struktur kepengurusan. Kita ingin meninggalkan karya. Karena pada akhirnya, organisasi akan dinilai bukan dari seberapa besar jabatan yang kita emban, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu kita berikan,” pungkas Juni.

Pesan tersebut menjadi penanda bahwa kepengurusan baru PODSI dan KAGAMA Kalteng memasuki fase pembuktian.

Prestasi untuk olahraga. Gagasan untuk pembangunan. Dan pengabdian untuk masyarakat.

(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini