Presiden Kerahkan 200 Pompa Air untuk Tanjung Puting, Pemprov Kalteng Perkuat Operasi Karhutla
GlobalKalteng.com || Palangka Raya
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting mendorong penguatan langkah penanganan lintas sektor. Pemerintah pusat menyiapkan dukungan 200 pompa air dan pendanaan pembangunan 200 titik sumur bor untuk mempercepat pemadaman api di kawasan yang menjadi habitat penting orangutan tersebut.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Komitmen itu disampaikan dalam rapat virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (12/10/2026). Dari Aula Seba Guna, Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Gubernur mengikuti rapat didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, Presiden menaruh perhatian khusus terhadap kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan konservasi ini memiliki nilai ekologis penting, terutama sebagai salah satu habitat utama orangutan di Indonesia, sehingga penanganannya membutuhkan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Dukungan peralatan menjadi salah satu langkah konkret yang dibahas. Presiden menyambut permohonan tambahan pompa air dan pembangunan sumur bor yang disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Sebanyak 200 pompa air disiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman, disertai dukungan pendanaan bagi pembangunan 200 titik sumur bor.
Sementara itu, tim gabungan yang dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai telah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan operasi pemadaman berjalan aman dan efektif. Bantuan pompa alkon berukuran kecil juga mulai disalurkan untuk mendukung kebutuhan personel di lokasi kebakaran.
Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras satuan tugas, kepala daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk upaya mengatasi ribuan titik api di enam provinsi prioritas lahan gambut.
Menurut Presiden, keberhasilan pengendalian kebakaran sangat bergantung pada kerja sama seluruh unsur. Karena itu, koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat, baik dalam pemadaman di lapangan maupun dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.
Presiden juga menekankan pentingnya menggeser fokus penanganan dari sekadar memadamkan api menjadi upaya pencegahan sejak dini. Kampanye ant karhutla, kata dia, perlu dilakukan secara masif dan menyeluruh hingga tingkat desa agar masyarakat turut berperan menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api baru.
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa seluruh unsur terkait akan terus mengerahkan kemampuan untuk menangani kebakaran. Upaya tersebut juga ditopang operasi modifikasi cuaca, sembari menunggu potensi hujan alami pada Oktober hingga November 2026 yang diharapkan membantu menurunkan risiko kebakaran.
Dukungan Satgas Udara untuk membantu personel darat turut diupayakan. Selain itu, pemanfaatan teknologi dry ice dalam rangkaian upaya modifikasi cuaca menjadi bagian dari opsi penanganan yang dibahas dalam rapat.
Bagi Pemprov Kalteng, penguatan sinergi pusat dan daerah menjadi faktor penting agar penanganan karhutla tidak berjalan parsial. Ketersediaan peralatan, dukungan personel, dan koordinasi operasional perlu bergerak seiring dengan langkah pencegahan di tingkat masyarakat.
Kebakaran di Tanjung Puting menjadi pengingat bahwa penanggulangan karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, melainkan juga menjaga keberlangsungan ekosistem, melindungi satwa liar, dan memastikan kawasan konservasi tetap terjaga. Dengan dukungan lintas sektor yang semakin kuat, upaya pemadaman dan pencegahan diharapkan berjalan lebih efektif.
(FS/Red.GK).2026
