Perluasan Kampung Nelayan Merah Putih di Kalteng Masih Menunggu Lampu Hijau Pusat
GlobalKalteng.com || Palangka Raya – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah terus digencarkan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat mendorong perluasan Program Kampung Nelayan Merah Putih ke berbagai wilayah, meski hingga kini pembangunan baru terealisasi di satu titik.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalteng, Sri Widanarni, mengungkapkan bahwa Desa Tanjung Putri menjadi satu-satunya lokasi yang telah merasakan pembangunan program tersebut pada tahun 2025. Sementara itu, sejumlah usulan dari daerah lain masih dalam proses evaluasi oleh pemerintah pusat.
“Sudah ada tujuh kabupaten pesisir yang mengajukan, tetapi semuanya masih menunggu hasil survei dan verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Sri, proses penentuan lokasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemerintah pusat memiliki sejumlah kriteria ketat yang harus dipenuhi sebelum sebuah wilayah ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Di antaranya, komposisi penduduk yang didominasi oleh nelayan serta kesiapan lahan untuk pembangunan infrastruktur pendukung.
“Minimal 80 persen warga berprofesi sebagai nelayan, dan kondisi lahannya harus memungkinkan untuk pengembangan kawasan,” jelasnya.
Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi biru berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan tersebut, kawasan nelayan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mandiri, termasuk melalui penguatan koperasi dan penyediaan sarana penunjang.
Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar agar usulan dari berbagai kabupaten pesisir dapat segera disetujui secara bertahap. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya terpusat di satu desa, tetapi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat nelayan di Kalimantan Tengah.
“Harapannya, program ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui dukungan infrastruktur dan kelembagaan yang kuat,” pungkas Sri.
(Red.GK) 2026
