Pemuda Kalteng Didorong Jadi Pemimpin Visioner di Era Digitalisasi
GlobalKalteng.com || Palangka Raya –
Semangat kepemimpinan generasi muda menggema dalam ajang Karantina Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah 2026. Kegiatan yang menghadirkan para finalis dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah itu tidak hanya menjadi ajang pengembangan budaya dan karakter, tetapi juga wadah pembentukan jiwa kepemimpinan di era digitalisasi yang terus berkembang pesat.
Dalam sesi pembekalan, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, S.IP., M.M, memberikan materi bertajuk “Peran Pemuda dalam Kepemimpinan di Era Digitalisasi.” Materi tersebut menekankan bahwa kepemimpinan masa kini bukan hanya soal kemampuan memimpin organisasi, melainkan juga soal tanggung jawab moral, keteladanan, serta keberanian mengambil keputusan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Di hadapan para peserta, disampaikan bahwa seorang pemimpin muda harus mampu menjadi contoh positif bagi lingkungannya. Kepemimpinan, menurutnya, tidak cukup hanya tampil di depan atau memiliki jabatan, namun harus dibuktikan melalui integritas, etika, dan kemampuan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kepemimpinan bukan hanya memimpin organisasi, tetapi juga bagaimana mampu menjadi teladan dan berani mengambil keputusan,” menjadi salah satu pesan utama yang menginspirasi para peserta selama kegiatan berlangsung, Senin (18/5/2026).
Suasana karantina tampak penuh antusiasme. Para finalis dari berbagai daerah aktif berdiskusi, bertanya, hingga menyampaikan pandangan mengenai tantangan generasi muda di era teknologi informasi saat ini. Kehadiran para peserta dengan balutan busana daerah dan selempang identitas daerah masing-masing semakin memperkuat nuansa kebudayaan serta semangat persatuan dalam kegiatan tersebut.
Tidak hanya membahas kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda agar bijak memanfaatkan media digital. Di tengah derasnya arus informasi, pemuda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga etika bermedia sosial, melawan hoaks, serta membangun citra positif daerah melalui kreativitas dan inovasi digital.
Ajang Jagau Nyai sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda Kalimantan Tengah yang tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga kualitas intelektual, wawasan budaya, serta kemampuan komunikasi publik. Karena itu, pembekalan mengenai kepemimpinan dan digitalisasi dinilai sangat relevan untuk membentuk figur muda yang adaptif, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan jiwa kepemimpinan yang terus diasah, para finalis Jagau Nyai Kalimantan Tengah 2026 diharapkan mampu menjadi representasi pemuda daerah yang cerdas, inspiratif, serta siap membawa Kalimantan Tengah menuju masa depan yang lebih maju di era digital.
(Red.GK) 2026
