Pemprov Kalteng Bidik 3.000 Lapangan Kerja, Generasi Muda Lokal Jadi Prioritas Job Fair
GlobalKalteng.com || Palangka Raya –
Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong langkah konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui persiapan bursa kerja atau job fair yang ditargetkan menghadirkan lebih dari 3.000 lowongan pekerjaan bagi generasi muda.
Program yang menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, tersebut diarahkan untuk memperluas akses kerja sekaligus memastikan putra-putri daerah memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalteng.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana, mengambil langkah awal dengan menjalin koordinasi bersama 180 perusahaan, khususnya dari sektor perkebunan, guna memetakan kebutuhan tenaga kerja dan mempersiapkan pelaksanaan job fair pada akhir tahun 2026.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dengan potensi sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, peluang investasi diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka akses pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat daerah.
Peluang Kerja Harus Dirasakan Putra-Putri Daerah
Target lebih dari 3.000 lowongan kerja menjadi peluang strategis bagi generasi muda Kalteng, terutama mereka yang tengah mencari pekerjaan dan ingin membangun masa depan tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Di tengah tantangan ekonomi yang juga dirasakan masyarakat akibat dampak karhutla, perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu langkah yang relevan untuk menjaga produktivitas dan memperkuat penghasilan keluarga. Meski demikian, penanganan karhutla tetap membutuhkan upaya tersendiri yang berjalan beriringan dengan program pemulihan ekonomi masyarakat.
Arahan Gubernur Agustiar Sabran melalui persiapan job fair ini menempatkan penciptaan kesempatan kerja sebagai salah satu agenda penting pembangunan daerah. Keterlibatan perusahaan menjadi faktor penentu agar kebutuhan tenaga kerja dapat diselaraskan dengan kompetensi dan kesiapan calon pekerja lokal.
Di sisi lain, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya lowongan yang diumumkan, tetapi juga dari seberapa besar peluang tersebut benar-benar dapat diakses oleh pencari kerja asal Kalimantan Tengah. Kesesuaian kualifikasi, transparansi proses rekrutmen, serta informasi yang mudah dijangkau masyarakat menjadi aspek penting dalam pelaksanaannya.
Investasi Harus Membuka Jalan bagi Tenaga Kerja Lokal
Keterlibatan 180 perusahaan dalam tahap koordinasi menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mempertemukan dunia usaha dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Bagi Kalteng, investasi yang berkembang idealnya tidak hanya tercermin dalam aktivitas ekonomi dan ekspansi perusahaan, tetapi juga dalam terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional usaha.
Karena itu, job fair yang direncanakan pada akhir tahun ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda perekrutan. Program tersebut perlu menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Dengan target lebih dari 3.000 lowongan kerja, masyarakat kini menantikan realisasi program tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesempatan yang disiapkan benar-benar menjangkau putra-putri daerah dan menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang nyata.
Sebab, pembangunan yang berdampak bukan hanya tentang seberapa besar investasi yang masuk ke Kalimantan Tengah, melainkan juga tentang seberapa luas kesempatan bagi masyarakatnya untuk tumbuh, bekerja, dan menikmati hasil pembangunan di tanah sendiri.
(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan