Kemarau Mengintai, Faridawaty Dorong Warga Perkuat Proteksi Kesehatan
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Musim kemarau bukan sekadar persoalan suhu udara yang meningkat dan curah hujan yang menurun. Kondisi tersebut juga membawa konsekuensi terhadap kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara dan kebersihan lingkungan ikut terdampak.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan selama periode kemarau. Menurutnya, kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi kunci agar masyarakat tetap sehat dan produktif.
“Perubahan kondisi cuaca berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit sehingga diperlukan langkah pencegahan agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” ucapnya, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menyebut sejumlah gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, diare hingga gangguan pada kulit. Risiko tersebut dapat semakin meningkat apabila masyarakat terpapar debu, asap, udara panas, maupun menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya.
Faridawaty menilai, meningkatnya suhu dan menurunnya curah hujan juga perlu diikuti kewaspadaan terhadap kualitas udara. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menjaga kondisi tubuh, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
“Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas udara yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Untuk menekan risiko tersebut, ia mendorong masyarakat memperkuat pola hidup bersih dan sehat dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan masker ketika kondisi udara dipenuhi debu atau asap.
“Jagalah pola hidup bersih dan sehat, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi, gunakan masker ketika kualitas udara menurun, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tegasnya.
Selain kesehatan personal, kebersihan lingkungan dan keamanan sumber air juga menjadi perhatian. Masyarakat diingatkan memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dikonsumsi benar-benar bersih dan layak.
Faridawaty juga menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika matahari sedang terik. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebihan.
“Kesehatan yang terjaga merupakan modal utama untuk menjalani aktivitas dan mendukung produktivitas. Karena itu, mari bersama-sama membangun budaya hidup sehat agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap sehat, kuat, dan siap menghadapi berbagai tantangan selama musim kemarau,” pungkasnya.
(FS)
