HUT ke-69, Palangka Raya Didorong Naik Kelas: Pembangunan Harus Berujung pada Kesejahteraan

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh

GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA

Memasuki usia ke-69, Kota Palangka Raya dinilai tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi perlu memastikan setiap pembangunan benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan momentum HUT ke-69 Palangka Raya harus menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat arah pembangunan kota yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tetap penting, namun tidak boleh berjalan sendiri. Kemajuan kota harus dibarengi dengan peningkatan akses pendidikan, kualitas layanan kesehatan, serta terbukanya ruang ekonomi yang mampu memperkuat daya beli dan kemandirian masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi yang lebih baik,” ucapnya, Selasa, 21 Juli 2026.

Faridawaty menilai kualitas sumber daya manusia harus ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Palangka Raya. Penguatan kapasitas masyarakat, menurutnya, akan menentukan kemampuan kota menghadapi persaingan dan perubahan ekonomi ke depan.

Di saat yang sama, pembangunan juga harus memiliki dimensi sosial yang kuat. Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pelestarian budaya lokal perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan, bukan sekadar program pendukung.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan pembangunan tidak terkonsentrasi di kawasan tertentu. Pemerataan infrastruktur, penataan kawasan perkotaan, perlindungan lingkungan, hingga penguatan UMKM dinilai menjadi agenda penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Dalam hal ini juga mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Palangka Raya melalui peningkatan infrastruktur, penataan kawasan perkotaan, pelestarian lingkungan, dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tambahnya.

Faridawaty menegaskan, pembangunan kota membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dan DPRD perlu memperkuat kebijakan dan pengawasan, sementara dunia usaha serta masyarakat harus diberi ruang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Ia berharap bertambahnya usia Palangka Raya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen menjadikan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut sebagai kota yang semakin maju, kompetitif, nyaman, dan berkeadilan.

“Di usia ke-69 ini, saya berharap Palangka Raya semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” ungkapnya.

(FS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version