Gubernur Turun Langsung, Bantuan Pangan hingga Air Bersih Menyasar 1.386 KPM di Kotim

Foto : Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran saat menyalurkan bantuan langsung di Kecamatan Cempaga dan Kecamatan Kota Besi, Sabtu (3/10/2026)

GlobalKalteng.com | KOTAWARINGIN TIMUR

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat respons terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dengan kembali menggelontorkan bantuan pangan, air bersih, dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Kecamatan Cempaga dan Kecamatan Kota Besi, Sabtu (3/10/2026). Kehadiran gubernur di tengah masyarakat sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan dampak karhutla dan kekeringan tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diikuti dengan intervensi langsung di lapangan.

Di Kecamatan Cempaga, Pemprov Kalteng menyalurkan 1.000 paket bantuan pangan, masing-masing berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Bantuan tersebut diperkuat dengan distribusi 8.000 liter air bersih serta BLT Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II kepada 1.086 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara di Kecamatan Kota Besi, bantuan kembali digulirkan dalam skala yang sama. Sebanyak 1.000 paket pangan disalurkan bersama 8.800 liter air bersih dan BLT KHBS Tahap II untuk 300 KPM.

Jika digabungkan, dua kecamatan tersebut menerima 2.000 paket pangan dan 16.800 liter air bersih, sementara BLT KHBS Tahap II menjangkau 1.386 KPM.

Tak hanya menyasar kebutuhan pangan dan air, Pemprov Kalteng juga membawa dukungan kesehatan. Warga mendapatkan masker dan vitamin serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah perlindungan di tengah kondisi lingkungan yang terdampak karhutla dan kekeringan.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak dan memenuhi kriteria penerima.

“Kewajiban ulun sebagai Gubernur Kalimantan Tengah memastikan bantuan diterima seluruh masyarakat yang benar-benar terdampak dan berhak menerima,” ujar Agustiar.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada bantuan sosial. Kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, hingga ketersediaan air bersih, juga harus dipastikan tetap terpenuhi.

“Kami pastikan tersalurkan ke daerah yang mengalami kekeringan,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menambahkan, kunjungan langsung jajaran Pemprov Kalteng ke wilayah terdampak menjadi bagian dari upaya melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kami ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah dan memastikan bantuan dapat diterima serta benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati. Menurutnya, kehadiran langsung Gubernur Kalteng memberikan dorongan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan akibat karhutla dan kekeringan.

“Terima kasih Bapak Gubernur turun langsung. Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi wujud pemerintah dan Gubernur hadir untuk masyarakat Kotawaringin Timur,” ungkap Irawati.

Ia mengajak masyarakat penerima untuk memanfaatkan seluruh bantuan secara sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama kondisi karhutla dan kekeringan masih berlangsung.

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Kalteng, Kepala Biro Adpim Johni Sonder, jajaran Pemkab Kotim, camat, serta sejumlah undangan lainnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan pola penanganan yang menggabungkan bantuan pangan, jaring pengaman sosial, pemenuhan air bersih, dan perlindungan kesehatan dalam satu rangkaian intervensi bagi masyarakat yang terdampak.

(Red.GK/Tim) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version