Forsiladi Kalteng Hadir untuk Sesama, Salurkan Bantuan bagi BOSF dan Nyaru Menteng

Foto : Ketua Forsiladi Kalteng, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, S.T., M.T.P., saat memberikan paket sembako

GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA

Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan diwujudkan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kalimantan Tengah melalui aksi sosial. Selasa (29/9/2026), Forsiladi Kalteng menyerahkan donasi berupa paket sembako dan paket bantuan kepada pengurus serta pengelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Nyaru Menteng, Palangka Raya.

Ketua Forsiladi Kalteng, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, S.T., M.T.P., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Forsiladi Kalteng terhadap lembaga yang memiliki peran penting dalam bidang sosial, lingkungan, dan konservasi.

“Forsiladi Kalteng ingin hadir tidak hanya melalui pemikiran dan gagasan akademik, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian, kebersamaan, dan dukungan kami kepada pengurus serta pengelola BOSF dan Nyaru Menteng,” ujar Juni Gultom.

Menurutnya, nilai sebuah kepedulian tidak semata-mata ditentukan dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan untuk berbagi dan membangun kebersamaan.

“Kami percaya bahwa kepedulian sekecil apa pun akan memiliki arti ketika dilakukan bersama. Semangat berbagi dan gotong royong inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di Kalimantan Tengah,” katanya.

Juni menegaskan, upaya menjaga lingkungan dan kelestarian satwa, khususnya orangutan, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting untuk memastikan program konservasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Akademisi, pemerintah, dunia usaha, lembaga konservasi, komunitas, dan masyarakat harus terus membangun kolaborasi,” tegasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung kegiatan sosial dan konservasi di Kalimantan Tengah.

Bagi Forsiladi Kalteng, kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa kapasitas intelektual dan akademik harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

“Kami ingin ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik. Ilmu harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, membangun kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan serta kehidupan,” pungkas Juni Gultom.

(FS/Red.GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version