DPRD Kalteng Ingatkan Ancaman Karhutla dan Kebakaran Rumah Saat Kemarau
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Musim kemarau tak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperbesar ancaman kebakaran di kawasan permukiman. Kondisi ini mendorong DPRD Kalimantan Tengah meminta masyarakat memperketat kewaspadaan dan tidak menganggap sepele potensi pemicu kebakaran.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, baik lahan, kebun, pekarangan maupun rumah tinggal.
“Masyarakat perlu menjaga lahan, kebun, maupun pekarangan masing-masing agar tidak terjadi kebakaran. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Junaidi, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan untuk berladang juga harus dilakukan secara bertanggung jawab. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara yang berpotensi memicu api tidak terkendali serta berkoordinasi dengan perangkat lingkungan maupun pemerintah desa.
“Jika melakukan pembukaan lahan untuk berladang, sebaiknya berkoordinasi dengan RT, RW, atau pemerintah desa agar dapat diantisipasi bersama dan tidak menimbulkan kebakaran,” katanya.
Junaidi juga menyoroti potensi kebakaran permukiman yang kerap dipicu kelalaian sehari-hari. Penggunaan kompor, instalasi listrik, hingga kondisi rumah saat ditinggalkan dinilai perlu mendapat perhatian lebih selama musim kemarau.
Ia meminta warga memastikan seluruh peralatan yang berpotensi menjadi sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala juga dinilai penting untuk mencegah korsleting yang dapat berujung kebakaran.
“Pastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan. Periksa kompor dan jaringan listrik secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Junaidi menilai upaya menghadapi ancaman kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan kesiapsiagaan petugas. Kesadaran masyarakat menjadi lapisan pertahanan pertama untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Menurutnya, langkah sederhana seperti memastikan sumber api benar-benar padam dan melaporkan potensi bahaya sejak dini dapat memberikan dampak besar terhadap upaya pencegahan.
“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran serta menjaga keselamatan lingkungan dan permukiman,” pungkasnya.
(FS)
