Digitalisasi Pendidikan Kalteng Tak Boleh Berhenti di Kota
GlobalKalteng.com | PALANGKA RAYA
Transformasi digital di sektor pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai harus diarahkan bukan hanya untuk mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses pembelajaran berkualitas tanpa dibatasi jarak dan kondisi geografis.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan digitalisasi pembelajaran perlu ditempatkan sebagai agenda prioritas dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di era digital,” kata Wengga, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalteng tersebut, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat sistem pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan pola konvensional semata. Adaptasi harus dilakukan secara terukur dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan pedalaman.
“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus segera diimplementasikan secara menyeluruh. Dengan dukungan teknologi yang memadai, akses terhadap pendidikan berkualitas akan semakin terbuka bagi seluruh peserta didik, termasuk di daerah terpencil,” ujarnya.
Wengga menilai tantangan terbesar Kalteng bukan sekadar menyediakan perangkat digital, melainkan memastikan teknologi benar-benar mampu menjadi jembatan pemerataan pendidikan. Karena itu, pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi Program Pendidikan Huma Betang yang digagas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Program tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pemerataan pendidikan, terutama dalam mempersempit kesenjangan layanan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.
“Saya mengapresiasi Program Pendidikan Huma Betang sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui transformasi digital. Program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman,” katanya.
Ia menekankan, digitalisasi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila hanya bertumpu pada ketersediaan jaringan internet dan perangkat teknologi. Kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran juga menjadi faktor penentu.
“Selain penyediaan infrastruktur internet dan perangkat pendukung, peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor penting agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan inovatif,” jelasnya.
Karena itu, Wengga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar transformasi digital tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan kualitas pembelajaran.
“Transformasi digital di sektor pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Tengah yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.
(FS)
