Kembali Menjadi Sorotan, Freddy Minta Kejelasan Penanganan Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD dr. Doris Sylvanus

 

Foto : Yohannes Freddy Ering Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Bidang Hukum, Pemerintahan dan Keuangan

GlobalKalteng.com, PALANGKA RAYA – Yohannes Freddy Ering Ketua
Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Bidang Hukum, Pemerintahan dan
Keuangan, menyoroti prosedur dan sistem layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus kota Palangka Raya yang baru-baru ini kembali
menyita perhatian karena adanya dugaan kasus malpraktik.

Meninggalnya bayi berusia 2 minggu akibat dugaan kesalahanan
prosedur penanganan medis menambah catatan buruk pelayanan rumah sakit
tersebut.

Menurutnya, walaupun sudah ada tanggapan dari RS itu sendiri
akan tetapi diharapkan kasus seperti ini harus jelas penyelesaiannya dan
diharapkan tidak lagi terulang.

“Bagaimana kelanjutan penanganan dugaan malpraktik di Doris
Sylvanus? Ya jangan sampai mengendap begitu saja, apalagi balita tersebut
meninggal tidak wajar,” ucapnya, Kamis (08/02/2024).

Freddy juga menyebutkan, kasus yang baru-baru ini terjadi
bukan merupakan kali pertama terjadi, karena sebelumnya banyak kejadian serupa
di rumah sakit pemerintah daerah tersebut hanya saja tidak tersorot atau bahkan
tidak jelas sampai sekarang penanganannya.

Ia bahkan mengaku menyaksikan langsung bagaimana seorang
pasien yang juga merupakan seorang teman harus meregang nyawa seusai dioperasi
pemasangan ring. Dimana hal tersebut tidak jauh berbeda dengan kasus
meninggalnya balita usia dua minggu, yakni sama-sama akibat dugaan kesalahan
prosedur medis.

“Yang saya dengar banyak kasus pemasangan ring yang berakhir
dengan kegagalan dan notabene menyebabkan kematian pasien karena kesalahan
prosedure penanganan,” tambahnya.

Maka oleh sebab itu, lanjut Freddy, penanganan kasus yang
baru-baru ini terjadi diharapkan turut membongkar kasus serupa lainnya yang
juga terjadi di rumah sakit ini guna mencari tahu bagaimana terangnya kasus
tersebut. Sehingga diharapkan jangan sampai masalah besar yang berkaitan dengan
nyawa manusia dibiarkan begitu saja.

“Jadi ini ibarat fenomena gunung es, penanganan kasus balita
meninggal ini akan mengusut kasus dugaan malpraktik lainnya Ini artinya masih
cukup banyak kejadian yang terjadi akibat kesalahan prosedur,” tandasnya.
(FS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini