4.000 Paket Pangan Digelontorkan, Pemprov Kalteng Sasar Ribuan Warga Baamang-Talawang
GlobalKalteng.com | KOTAWARINGIN TIMUR
Ketika kabut asap dan kekeringan masih membayangi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memilih memperkuat perlindungan sosial masyarakat di lapangan.
Bukan hanya menghadirkan bantuan pangan, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar, akses air bersih hingga perlindungan kesehatan tetap menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut terlihat saat Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama jajaran Pemprov Kalteng turun langsung ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (4/10/2026).
Dua wilayah menjadi titik penyaluran, yakni Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang dan Kecamatan Talawang. Ribuan paket pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II, air bersih hingga dukungan kesehatan disalurkan secara bersamaan.
Di Baamang Tengah, sebanyak 2.500 paket Bantuan Pangan Gubernur diberikan kepada masyarakat. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir.
Pada lokasi yang sama, pemerintah juga menyalurkan BLT KHBS Tahap II kepada 536 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan diperkuat dengan distribusi 4.800 liter air bersih, masker, multivitamin serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Sementara di Kecamatan Talawang, Pemprov Kalteng kembali menggelontorkan 1.500 paket Bantuan Pangan Gubernur serta BLT KHBS Tahap II untuk 847 KPM. Sebanyak 4.400 liter air bersih, masker dan vitamin turut disalurkan kepada masyarakat.
Jika digabungkan, penyaluran di dua titik tersebut mencapai 4.000 paket bantuan pangan dan 1.383 KPM penerima BLT KHBS Tahap II.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, penyaluran bantuan harus berorientasi pada masyarakat yang memang memiliki hak dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Menurutnya, bantuan pangan maupun program KHBS tidak boleh berhenti pada proses penyaluran secara administratif. Manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat sasaran.
“Semua orang yang berhak menerima agar mendapatkannya. Begitu juga KHBS,” tegas Agustiar.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam setiap program perlindungan sosial, terlebih ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat karhutla, kabut asap dan kondisi kekeringan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, kehadiran Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat secara langsung.
Di tengah situasi kabut asap, aspek kesehatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah.
“Kita bersyukur walau di tengah kabut asap, kita masih diberi kesehatan. Ini bentuk cinta kasih, kepedulian Bapak Gubernur pada masyarakat di sini,” ujar Linae.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Kalteng terhadap masyarakat Kotim.
Keduanya berharap koordinasi antara Pemprov, Pemkab hingga pemerintahan desa terus diperkuat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci agar respons terhadap bencana tidak berhenti pada penanganan setelah dampak terjadi, tetapi mampu bergerak cepat sejak kebutuhan masyarakat mulai muncul.
Penyaluran bantuan di Baamang dan Talawang pun menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Bantuan pangan menopang kebutuhan rumah tangga, BLT KHBS menjaga daya dukung ekonomi keluarga, sementara air bersih dan layanan kesehatan diarahkan untuk meredam dampak langsung kondisi lingkungan yang memburuk.
(Red.GK) 2026
