Sinkronisasi Data Pertanian Kalteng Diperkuat, Akurasi Jadi Prioritas Utama
GlobalKalteng.com || Palangka Raya – Upaya memperkuat kualitas data sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Rapat Sinkronisasi Data Komoditas Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) serta hortikultura Triwulan I Tahun 2026, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan data yang dihasilkan lebih akurat, mutakhir, dan dapat diandalkan sebagai dasar kebijakan.
Rapat yang digelar secara hybrid ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Badan Pusat Statistik (BPS), Balai Riset dan Pengembangan Pertanian (BRMP), hingga jajaran dinas pertanian dan BPS kabupaten/kota serta para penyuluh di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menekankan pentingnya keselarasan data sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian. Menurutnya, data yang tidak sinkron berpotensi menghambat proses perencanaan hingga evaluasi program di lapangan.
“Sinkronisasi ini menjadi langkah krusial agar data luas tanam, panen, dan produksi benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, pemanfaatan berbagai sistem pendataan seperti SIPDPS dan SIMTP dibahas sebagai instrumen untuk meningkatkan integrasi data. Selain itu, peran penyuluh sebagai ujung tombak pengumpulan data lapangan juga mendapat perhatian khusus guna memastikan validitas informasi yang dihimpun.
Kolaborasi antara pendekatan administratif dan survei statistik menjadi strategi utama dalam menyelaraskan data. Dengan metode ini, diharapkan perbedaan angka antarinstansi dapat diminimalkan dan menghasilkan satu basis data yang kredibel.
Ke depan, sinergi lintas lembaga ini akan terus diperkuat melalui sinkronisasi berkala. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memantau produktivitas dan memperkirakan masa panen, tetapi juga membangun sistem database pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui upaya bersama ini, pemerintah daerah optimistis indikator kinerja sektor pertanian dapat tersaji secara lebih akurat, sekaligus mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran demi mendorong kemajuan Kalimantan Tengah.
(FS/Red.GK) 2026
