PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI), ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB), JUGA PREVALENSI STUNTING, DINAS KESEHATAN PROV. KALTENG GELAR PELATIHAN PELAYANAN KONTRASEPSI BAGI BIDAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TAHUN 2023

 

Foto Bersama Pada Acara Pembukaan Pelatihan

GlobalKalteng.com,
Palangka Raya
– Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Tengah Menggelar Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Bidan yang di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan (Angkatan I), bertempat di Hotel Neo (Palma) Palangka
Raya, Senin (18/09/2023).

Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM Kepala Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah membuka secara langsung kegiatan sekaligus
memberikan sambutan, dalam sambutannya mengatakan bahwa masih tingginya AKI,
AKB, Stunting merupakan dampak dari berbagai situasi status kesehatan
reproduksi. Dampak yang mengakibatkan status kesehatan reproduksi yang buruk
bahkan besar berpengaruh untuk bayi yang dilahirkan salah satunya disebabkan
oleh masih banyaknya kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak layak hamil
dengan masih tingginya angka kejadian jumlah kehamilan risiko tinggi termasuk Kehamilan
Tidak Diinginkan (KTD) dan kehamilan dengan 4 Terlalu (Terlalu muda, Terlalu
tua, Terlalu dekat dan Terlalu banyak), katanya.

“Ia juga
menyampaikan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan konseling
dan pelayanan KB yang berkualitas. Pelatihan program dan pelayanan kontrasepsi
yang ditujukan kepada tenaga kesehatan terutama yang memberikan layanan KB
merupakan cara strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB itu sendiri,”
ungkap Suyuti Syamsul.

Melalui pelatihan yang
diadakan selama 13 hari, besar harapan kami agar Pedoman Pelayanan Kontrasepsi
dan Keluarga Berencana dapat tersampaikan berdasarkan Kurikulum dan Modul yang
sudah terstandar sehingga dapat meningkatkan aspek pengetahuan dan ketrampilan
klinik bagi bidan yang dilatih. Dan melalui kegiatan ini pula dapat
meningkatkan capaian indikator program yaitu kemampuan Puskesmas mampu menyelenggarakan
pelayanan kontrasepsi,” tandasnya.

Dr. dr. Suyuti Syamsul, MPPM Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Bersama dr. Fery Irawan, MPH

Sementara itu dr. Fery Irawan, MPH, mengatakan Surveilans Gizi dan Prevalensi Stunting berbasis indikator, untuk pencapaian sampai dengan
tahun 2024 baik untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar
183/100.000 KH dan Angka Kematian Bayi sebesar 16/1.000 KH. 

“Sedangkan untuk Percepatan perbaikan gizi masyarakat
diprioritaskan pada percepatan pencegahan stunting dengan target penurunan
prevalensi stunting sebesar 14% dan wasting sebesar 7% di tahun 2024,” katanya. 

Selanjutnya ia juga menambahkan
Pada awalnya surveilans gizi dan prevalensi stunting ini merupakan 2 kegiatan yang terpisah
yaitu kegiatan surveilans gizi dan kegiatan pemantauan wilayah setempat (PWS) Prevalensi Stunting dan KB.Surveilans kesehatan atau Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)
sebenarnya telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1985. 

“Untuk Gizi dan KIA, pada tahun 2010 Kementerian Kesehatan telah
menerbitkan Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak dan Pedoman Pelaksanaan Teknis Surveilans Gizi dan Prevalensi Stunting pada tahun 2021,” ungkap
Fery. 

Nova Eka Wondasari, SST Koordinator Kegiatan Pelatihan 

Selanjutnya dari Nova Eka Wondasari, SST selaku koordinator kegiatan
saat ditemui media Jum’at (22/09/2023) mengatakan pelatihan, meningkatkan
cakupan bahwa nakes itu harus berkompeten terutama untuk pelayanan pemberian
pelayanan kontrasepsi di semua Puskesmas seperti itu jadi sudah sesuai standar.

“Sesuai dengan kurikulum dan para
pengajar pun fasilitator sudah dilatih dari tahun 2020 tujuannya yaitu untuk
menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dari penurunan puskemas
Kotawaringin Barat,” katanya. 

“Kegiatan pelatihan dilaksanakan pergelombang, gelombang pertama mulai tanggal 17 s/d 29 September 2023 dan gelombang kedua bulan oktober yang akan datang, maka ada kurang
lebih 1 (satu) minggu pelatihan tersebut diisi dengan teori dan juga ada
simulasi dari peserta dan nanti ada OJT langsung praktek dengan pasiennya, kita
juga berkerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, DPPKBP3APM Kota Palangka Raya dalam kegiatan ini,” jelas Nova. 

Melalui pelatihan ini, untuk Pedoman Surveilans Gizi dan Prevalensi Stunting dapat tersampaikan, dan besar harapan untuk semua aplikasi yang berhubungan dengan surveilans gizi dan prevalensi stunting dapat langsung di implementasikan sebagai informasi capaian kinerja peningkatan kesehatan ibu dan anak secara, akurat, teratur, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawaban. (Fahri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version