Ketua Komisi II DPRD Prov. Kalteng, Soroti Kasus Aparat Tembak Warga di PT SCC

Ketua Komisi II DPRD Prov. Kalteng, Achmad Rasyid

GlobalKalteng.com, PALANGKA RAYA – Kematian salah satu warga Desa Rubung Buyung Kabupaten Kotim yang ditembak oleh aparat kepolisian yang mengamankan wilayah perkebunan sawit PT Sinar Citra Cemerlang (SCC) beberapa waktu lalu menarik perhatian publik.

Ketua Komisi II DPRD Prov. Kalteng, Achmad Rasyid turut menyoroti kasus aparat tembak warga di PT SCC tersebut hal ini disampaikannya Minggu, (09/06/2024).

Ia mengatakan, Berdasarkan informasi yang beredar warga yang di tembak itu diduga mencuri sawit di wilayah lahan PT SCC.

“Dalam situasi tertentu tindakan aparat memang diperlukan, akan tapi tidak harus dengan arogan langsung menghilangkan nyawa seseorang, mestinya perlu mengedepankan asas kemanusiaan terlebih dahulu,” kata Achmad Rasyid.

Dirinya menjelaskan, aparat keamanan bisa mengambil keputusan apabila dalam kondisi terdesak, dan hal itu pun perlu melihat situasi jika memang pelaku menyerang dan membahayakan nyawa baru dilakukan tindakan tegas dengan cara ditembak.

“Disinipun harus dilihat dulu seperti apa situasi membahayakan nyawa itu, jika memang tidak begitu membahayakan tidak perlu harus menembak bagian vital yang bisa menghilangkan nyawa seseorang meskipun itu pencuri, tapi bisa menembak dibagian lain misal kaki,” jelasnya.

Ia menyebut, dari kasus ini aparat keamanan terlebih itu petugas kepolisian harus dapat sadar akan pentingnya tindakan yang dilakukan perlu mengedepankan profesionalitas dan menghargai asas kemanusiaan tanpa harus menghilangkan nyawa seseorang.

“Banyak diantara masyarakat yang mengkhawatirkan bahwa kasus seperti ini dapat terjadi kembali di masa depan. Oleh karena itu, tindakan keamanan yang dilakukan oleh pihak aparat yang berwenang perlu dievaluasi,” ucapnya.

Di sisi lain, ia pun meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas dan harus dibuktikan apakah benar warga yang ditembak hingga meninggal dunia itu pencuri atau bukan, dan oknum aparat yang melakukan penembakan itu juga pelu dimintai keterangan yang jelas.

“Harus benar-benar diselidiki hingga tuntas, dan misalkan jika benar pencuri tindakan yang dilakukan juga perlu diperjelas, karena menghilangkan nyawa seseorang apakah itu tepat atau tidak, jika tidak oknum aparat itu perlu diberikan sanksi sesuai aturan berlaku,” tandasnya. (FS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version