GAPKI Kalteng Menggelar Lokalatih, Dialog Sosial Untuk Hubungan Industrial Yang Efektif Dan Produktif Pada Sektor Kelapa Sawit Di Kalteng

Farid Wajdi., AKS., MSW, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Prov. Kalteng bersama narasumber GAPKI Pusat dan Kalteng

GlobalKalteng.com, PALANGKA RAYA – GAPKI Kalimantan Tengah bekerjasama dengan International Labour Organization (ILO) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Lokalatih Dialog Sosial Untuk Hubungan Industrial Yang Efektif Dan Produktif Pada Sektor Kelapa Sawit Di Kalimantan Tengah, kegiatan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 20 s/d 21 Februari 2024, bertempat di Hotel Best Western Batang Garing Kota Palangka Raya.

Farid Wajdi., AKS., MSW, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah dalam sambutannya menyampaikan keharmonisan hubungan antara pekerja dengan pengusaha, termasuk pengusaha anggota GAPKI, akan berdampak pada peningkatan produktivitas pekerja dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Untuk mencegah terjadinya permasalahan antara pekerja dengan pengusaha, komunikasi antara kedua belah pihak harus dibangun dengan baik, sehingga potensi terjadinya konflik bisa dicegah, dan apabila ada konflik bisa segera dicarikan solusi bersama,” kata Kadis.

Nirwan Gah, Perwakilan International Labour Organization (ILO) saat di temui media disela kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan lokalatih ini untuk bisa memperkuat dan meningkatkan kesadaran terkait dengan kerjasama antara pekerja dan manajemen dalam konteks hubungan di sektor kelapa sawit. 

“Dengan tujuan untuk memperkuat dan juga meningkatkan kesadaran terkait dengan kerjasama antara pekerja dan juga manajemen dalam konteks hubungan di parkir agar bisa lebih harmonis yang nantinya bisa berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan juga peningkatan citra sawit dikancah perdagangan internasional,” kata Nirwan.

Kemudian kita juga mendorong setiap perusahaan memiliki kelembagaan khusus yang ada di lapangan supaya baik kemudian dan juga praktek-praktek yang bisa membina hubungan industrial yang baik antara pekerja dan manajemen.

“Lebih lanjut kegiatan ini mendorong supaya kerjasama tidak hanya terkait dengan hubungan industrial saja, akan tetapi juga di berbagai permasalahan dan berbagai kondisi yang ada di tempat kerja, seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kondisi kerja lainnya yang berkaitan dengan industri sawit,” jelas Nirwan.

Para Peserta Kegiatan Foto Bersama 

Sementara itu di tempat yang sama, Memed Kosasih, Pengurus Bidang SDM GAPKI Pusat, mengatakan GAPKI juga mendorong untuk bagaimana perusahaan-perusahaan sawit dengan sistem berkelanjutan.

Kemudian untuk itu GAPKI berkolaborasi dengan ILO untuk mendorong bagaimana dialog sosial itu dikedepankan dalam segala hal, dalam memecahkan permasalahan yang ada baik di tenaga kerja maupun permasalahan sosial lainnya.

Sudah kita ketahui bersama bahwa tenaga kerja ini adalah mitra perusahaan, untuk itu GAPKI mempunyai program supaya serikat pekerja dan manajemen perusahaan mempunyai cara pandang yang sama.

“Sehingga dialog sosial inilah yang kita utamakan dan diharapkan semua permasalahan baik permasalahan kecil maupun permasalahan besar itu bisa diselesaikan, untuk kelangsungan program keberlangsungan sawit yang berkelanjutan,” jelas Memed.

Jadi program ini diharapkan ada kesamaan visi dan misi sehingga serikat pekerja dan manajemen perusahaan bisa berkolaborasi bersama dengan tujuan memajukan sawit indonesia.

Narasumber kegiatan tersebut dari ILO, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah serta diikuti dengan jumlah peserta 40 orang dari perwakilan perusahaan-perusahaan sawit Se-Kalteng. (Fahri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version