Drs. Duwel Rawing : Pemerintah Daerah (Pemda) Diharapkan Atasi Penurunan Harga Karet Dan Rotan

 

Foto : Drs. Duwel Rawing Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Membidangi Kesejahteraan Rakyat 

GlobalKalteng.com, PALANGKA RAYA – Drs. Duwel Rawing Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan
Tengah Membidangi Kesejahteraan Rakyat, mengharapkan pemerintah
daerah (pemda) mencarikan solusi untuk mengatasi penurunan harga komoditas rotan
dan karet yang sebelumnya menjadi salah satu sumber mata pencaharian
masyarakat.

Bukan tanpa alasan, pasalnya
penurunan harga dua komoditas tersebut membuat masyarakat yang sebelumnya
memanfaatkan sebagai sektor usaha, beralih melakukan kegiatan penambangan emas
tanpa izin (PETI) di beberapa aliran sungai.

“Kegiatan PETI jadi pilihan ketika harga
karet dan rotan ini turun, karena tidak ada usaha lain bisa bisa dilakukan.
Jadi solusinya jika ingin PETI ini dikurangi, ya saya rasa pemerintah perlu
memperbaiki harga karet dan rotan,” katanya, Kamis (25/01/2024).

Menurut Duwel Rawing, untuk
memperbaiki harga jual dari komoditas tersebut, pemerintah bisa membuat
berbagai skema dan kebijakan seperti mendekatkan industri ataupun dengan
bantuan subsudi harga. Tentunya dengan kebijakan semacam ini, paling tidak
harga karet dan rotan bisa lebih baik lagi.

“Saat saya reses kemarin, kebun
karet dan rotan punya masyarakat masih banyak, hanya saja karena harganya tidak
memadai mereka beralih mencari emas (PETI). Ini yang diharapkan oleh masyarakat
supaya ada kebijakan,” katanya.

Kemudian Duwel Rawing mengatakan,
pentingnya solusi pemerintah untuk mengatasi kegiatan PETI tidak sekadar
dilihat dari pelanggaran kegiatannya, namun juga dilihat dari aspek lingkungan
yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

Ia juga menyebutkan, kegiatan PETI
menyebabkan pendangkalan sebagian titik aliran sungai, sehingga ketika musim
hujan datang debit air tidak bisa tertampung dan inilah menyebabkan terjadinya
luapan hingga banjir. “Jadi tidak boleh menyalahkan masyarakat melakukan PETI,
pemerintah mesti mencari solusi supaya mereka bisa beralih ke usaha lain yang
lebih menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” tandas Duwel Rawing. (FS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini