Dr. AGUSTIN TERAS NARANG, SH., MH. MENJADI NARASUMBER DI FORUM GROUP DISCUSSION
GlobalKalteng.com, Palangka
Raya – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Agustin Teras Narang menjadi narasumber Forum Group Discussion
yang diselenggarakan Sawit Watch dan Lewu Ita Organization (LIO) di
Swiss-Belhotel Hotel Danum Kota Palangka Raya, Selasa, (12/09/2023).
Dalam sambutannya Agustin Terang
Narang menyampaikan, di tengah arus transisi energi dari fosil menuju energi
yang lebih bersih, sawit ke depan akan menjadi salah satu komoditas andalan
Indonesia. Tak lagi hanya sekadar menopang kebutuhan pangan, olahan sawit saat
ini dan ke depan akan terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan serta
kedaulatan energi. Untuk itu kita semua mesti memastikan bahwa sawit dapat
menjadi salah satu penopang bagi kemajuan Bersama di masa depan yang aka datang
menuju era Indonesia Emas Tahun 2045.
Ia juga menjelaskan, banyak isu dan
tantangan yang harus diselesaikan.
Terlebih bagaimana membuat perkebunan dan industri sawit juga
berlandaskan prinsip-prinsip berkelanjutan.
”Baik secara ekonomi juga secara
ekologi. Kita juga mesti memikirkan aspek keadilan serta pengelolaan isu sosial
yang ada di dalamnya, agar sawit tidak menjadi sumber konflik di tengah-tengah masyarakat,”
ungkapnya.
Teras Narang menjelaskan,
pemerintah, pelaku dan gabungan pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat,
hingga masyarakat itu sendiri bertemu untuk bermusyawarah sesuai tradisi dalam semangat Huma Betang. Elemen pemangku
kepentingan sawit di Prov. Kalteng, bertemu dan merumuskan bagaimana agar
seluruh pihak bisa menciptakan suasana yang kondusif. Baik bagi perusahaan
perkebunan, baik bagi masyarakat, lingkungan, juga bagi pemerintah setempat.
Ini yang jadi prinsip mesti dijaga, ini tidak akan mudah karena ada tarik
menarik kepentingan disitu.
Selanjutnya Teras Narang mengatakan
sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, semangat ini yang ia
bawa selalu. Untuk perumusan, perencanaan, dan penyusunan kebijakan, sering
mendengar masukan dari semua pihak secara terbuka. Berdasarkan masukan semua,
dan merumuskan kebijakan yang berkeadilan dan berkemanfaatan bagi semua.
“Maka itu sebabnya kita pernah
membuat terobosan kebijakan mengeluarkan Perda Nomor 5 tahun 2011, tentang
Pengelolaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan yang mendahului lahirnya UU Nomor 39
tahun 2014 tentang Perkebunan dengan semangat yang sama,” ungkapnya.
Mantan Gubernur Prov. Kalteng ini juga
berharap, lewat Focus Group Discussion ini seluruh masalah dapat diselesaikan
dan dicarikan solusi bersama. Kemudian seluruh pemangku kepentingan dapat
bekerja sama dengan lebih baik untuk ke depannya. Berkolaborasi untuk
menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha, bangsa,
dan negara. Bukan saja untuk pelaku usaha, atau pemerintah saja.
Teras Narang juga mengajak berpikir
konstruktif dan menciptakan kondisi yang nyaman bagi semua pihak. Masyarakat
agar menjadi bagian dari keamanan perkebunan sawit karena kemitraan yang
bersinergis dan berjalan baik Untuk ini langkah-langkah strategis ke depan
mesti dibangun bersama agar tidak timbul masalah sosial yang justru merugikan
kita semua.
“Dengan Forum
Group Discussion ini, Teras Narang mengatakan Mari membangun bersama untuk
melahirkan solusi pola kemitraan kebun sawit berkelanjutan, memperhatikan
lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Agar semua
dapat terciptanya keadilan, kemanfaatan, kemakmuran, dan kesejahteraan bersama,
dalam semangat Huma Betang milik untuk kita semua,” katanya. (Fahri)



Tinggalkan Balasan