DUWEL RAWING HIMBAU KEDISIPLINAN DISEKOLAH PERLU DITINGKATKAN LAGI

 

Anggota DPRD Prov. Kalteng (Drs. Duwel Rawing)

GlobalKalteng.com,
Palangka Raya
– Menyikapi kurangnya kedisiplinan siswa-siswi
disekolah cukup mengundang keprihatinan. Dikarenakan masih banyak siswa-siswi
ketika jam pelajaran masih dijumpai berkeliaran di luar sekolah atau bolos jam
pelajaran.

Hal tersebut mengundang keprihatinan
dan menjadi sorotan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) 
Provinsi Kalimantan Tengah Komisi II  Drs. Duwel Rawing.

Ia mengimbau pihak sekolah
agar lebih meningkatkan kedisiplinan para siswa dan siswinya, dengan begitu
tidak ada lagi yang berkeliaran di luar jam sekolah,” ungkapnya di Palangka
Raya, Jum’at (22/09/2023).

“Oleh karena itu, tentunya
harus menjadi perhatian kita bersama, terutama pihak satuan pendidikan. Para
guru harus bisa memastikan para siswa tetap berada di lingkungan sekolah,
disiplin itu penting diterapkan karena satuan pendidikan ini merupakan tempat
mendapatkan ilmu pendidikan,” katanya.

Duwel Rawing menyampaikan,
siswa yang tidak berada di lingkungan sekolah atau berkeliaran di luar sekolah pastinya
sudah tidak mengikuti pelajaran, padahal belajar menjadi aktifitas penting yang
dilakukan di sekolah. Apabila kegiatan belajar mengajar tidak diikuti dengan
baik, maka akan dapat merugikan bagi siswa itu sendiri.

“Pastinya kerugiannya tidak
mendapat ilmu pengetahuan dan tertinggal pelajaran. Kita juga mengingatkan para
guru agar jangan sampai tidak hadir pada saat jam pelajaran, sebab
ketidakhadiran guru disekolah maupun mata pelajaran kosong karena tidak ada
guru yang mengajar, maka akan menjadi peluang menciptakan kenakalan remaja dengan
bolos sekolah,” ungkapnya.

Mantan Bupati Kabupaten
Katingan dua periode ini juga menjelaskan, berdasarkan pengalamannya membina
sekolah yakni menjadi seorang kepala sekolah ia telah berhasil menekan kenakalan
remaja yakni siswa bolos atau berkeliaran di luar ssekolah dengan meningkatkan
kedisiplinan, misalnya tidak membiarkan jam pelajaran kosong.

“Waktu belajar mengajar itu
harus tetap terisi, dan ketika memang ada guru yang tidak hadir atau
berhalangan hadir maka diganti dengan guru yang lain yang bisa menggantikan
mengajar pada waktu itu, jadi jam pelajaran tetap terisi, sehingga hal ini
tidak membuka peluang bagi siswa keluar lingkungan sekolah serta kenakalan
remaja pun dapat ditekan,” tutupnya. (Fahri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini