Kobar Berusia 67 Tahun, Gubernur Agustiar Tekankan Pemerintah Harus Hadir Melindungi Warga
GlobalKalteng.com | PANGKALAN BUN
Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan pembangunan daerah. Dari Bumi Marunting Batu Aji, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan satu pesan penting: kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi sulit.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat di halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Selasa (6/10/2026).
Dalam amanatnya, Agustiar terlebih dahulu menyampaikan duka cita atas wafatnya H. Nadalsyah (Koyem), Bupati Barito Utara periode 2013–2023.
Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Memasuki momentum usia ke-67, Gubernur menilai perjalanan panjang Kotawaringin Barat merupakan hasil kerja bersama lintas generasi. Kemajuan daerah, menurutnya, tidak lahir dari kerja satu pihak, melainkan dari sinergi pemerintah, DPRD, Forkopimda, ASN, dunia usaha, akademisi, media, tokoh masyarakat hingga seluruh warga.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah beserta Wakil Bupati dan jajaran pemerintahan daerah serta seluruh elemen yang selama ini mengambil bagian dalam pembangunan.
“Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan,” tegas Agustiar.
Semangat kebersamaan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan nilai Huma Betang yang menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Kalimantan Tengah. Perbedaan bukan menjadi sekat, tetapi modal untuk membangun daerah secara bersama-sama.

Gubernur juga mendorong agar pembangunan tidak berhenti di pusat-pusat perkotaan. Pemerataan harus menyentuh masyarakat hingga wilayah pedalaman sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan secara lebih adil.
Dalam kesempatan itu, Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat Kotawaringin Barat mendukung Asta Cita Presiden serta visi dan misi pembangunan Kalimantan Tengah, termasuk melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Namun, di tengah agenda pembangunan tersebut, Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi tantangan di Kalimantan Tengah.
Ia meminta masyarakat tetap tenang tetapi tidak lengah menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk serta membangun kepedulian dan saling menjaga.
Lebih dari sekadar penanganan api, Agustiar menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga yang terdampak.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh hanya mengukur keberhasilan penanganan karhutla dari seberapa cepat api dipadamkan. Dampak yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi bagian utama dari respons pemerintah.
Karena itu, pemerintah kabupaten didorong menyiapkan berbagai kebutuhan perlindungan masyarakat, mulai dari rumah oksigen, masker, multivitamin, air bersih hingga bantuan lainnya sesuai kondisi di lapangan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan bencana harus berorientasi pada keselamatan manusia.
“Pemerintah harus hadir membantu masyarakat,” pungkas Gubernur.
(Red.GK/Lz) 2026

Tinggalkan Balasan