Dishut Kalteng Gelar Sosialisasi dan FGD Peran Yayasan Antangpatau Mahaga Lewu dalam Pendampingan Perhutanan Sosial
GLOBALKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Forum Group Discussion (FGD) bersama Yayasan Antangpatau Mahaga Lewu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) KPH/KL, serta Seksi Perhutanan Sosial Wilayah Palangka Raya, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Luwansa Palangka Raya.
FGD ini mengangkat tema Peran Yayasan Antangpatau Mahaga Lewu dalam Pendampingan Perhutanan Sosial di Kalimantan Tengah sebagai upaya memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Agustan Saining, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran lembaga pendamping dalam mendukung keberhasilan program Perhutanan Sosial di daerah.
“Perhutanan Sosial bukan hanya tentang akses kelola hutan, tetapi juga tentang peningkatan kapasitas masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Kehadiran Yayasan Antangpatau Mahaga Lewu diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendampingi kelompok-kelompok Perhutanan Sosial di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui forum ini diharapkan terbangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara pemerintah, yayasan, serta pengelola Perhutanan Sosial, sehingga kebijakan yang diambil ke depan benar-benar berbasis kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, kegiatan Sosialisasi dan FGD ini bertujuan untuk mensosialisasikan keberadaan serta peran Yayasan Antangpatau Mahaga Lewu, menyampaikan rencana dan program kerja yayasan, serta menghimpun masukan, pendapat, dan saran dari para pemangku kepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan kehutanan ke depan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan perwakilan UPT KPH/KL, unsur Seksi Perhutanan Sosial, serta pihak yayasan. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari tantangan pendampingan di tingkat tapak, penguatan kelembagaan kelompok Perhutanan Sosial, hingga peluang kolaborasi program yang lebih terintegrasi.
Melalui forum ini, Dishut Kalteng berharap terwujud sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga pendamping, dan masyarakat pengelola Perhutanan Sosial, guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
(FS)
Editor : (Red. GK)
2026

Tinggalkan Balasan