30 Ribu Aduan Terima, Verifikasi KHBS Kalteng Gabungkan Sistem Online-Offline – Prioritas Untuk Yang Belum Pernah Dapat Bantuan

Keterangan Foto : Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosantik) Prov Kalteng, Rangga Lesmana saat diwawancara media

GLOBALKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah gencar melakukan verifikasi dan validasi calon penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), dengan mencatat sekitar 30 ribu aduan masyarakat yang telah masuk melalui kanal resmi hingga Selasa (25/2). Proses ini dirancang untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran, dengan prioritas diberikan kepada warga yang belum pernah menerima dukungan manfaat apapun.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, mengungkapkan bahwa seluruh aduan yang masuk melalui laman resmi humabetang.id akan melalui tahapan pengecekan kelengkapan dokumen dan verifikasi lapangan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kami tidak hanya menerima pengajuan dari calon penerima sendiri, namun juga usulan untuk keluarga, tetangga, atau kerabat yang memang membutuhkan. Semua harus dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, foto rumah, dan keterangan kondisi ekonomi sebagai dasar pengolahan data,” jelasnya.

Rangga menambahkan bahwa masyarakat yang sudah menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetap diperbolehkan mendaftar, namun penetapan akan mengacu pada skala prioritas.

“Kami menemukan masih banyak warga yang belum tersentuh oleh program bantuan sosial manapun. Oleh karena itu, proses verifikasi ini sangat krusial untuk memastikan mereka yang paling berhak menjadi penerima KHBS,” ucapnya.

Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang memiliki keterbatasan akses digital, Pemprov Kalteng menerapkan pendekatan gabungan daring dan luring. Sebanyak 1.432 relawan telah ditempatkan di seluruh desa dan kelurahan se-Kalteng – dengan paling tidak satu relawan per desa dan penambahan personel di wilayah padat penduduk.

“Pendampingan langsung dari relawan menjadi kunci agar tidak ada satu pun masyarakat yang terlewatkan hanya karena tidak mampu mengakses layanan secara digital,” tandasnya.

Untuk penyaluran bantuan tunai, pihaknya bekerja sama dengan Bank Kalteng, dengan dukungan relawan yang akan mendampingi masyarakat dalam setiap tahapan proses, memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur dan data penerima akurat.

(Red. GK) 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini